Senin, 08 September 2014

The Library Short Movie

The Library
Arrrrrrrrrrrrrrrghhhhhhhhh ga sengaja ketemu Anada Everingham,....................................... udah lama banget ga nonton film barunya doi heheheeeeeeee, akhirnya. lagi iseng2 buka2 viki nyari sasaran film yang akan ditonton kala akhir pekan tiba ga sengaja nemuin doi :) yaaaah walaupun hanya film pendek yang durasi filmnya hanya 30 menitan cukup memuaskan dahaga kangen nya hahaaa. The Library otomatis film pendek ini berlokasi syuting di sebuah perpustakaan. Ehmmmmmmmmmmmm anadai di Indonesia ada perpustakaan seperti di Thailand..... huuufffff buku2 yang berjajar di bagian rak2 lemari non fiksi itulah yang bikin pengen nyentuh buku2 lama yang udah langka itu...... mupeng bukunya Shakespeare "A midsummer Night's Dream" T_T

Detik awal diawali dengan suara langkah kaki seseorang yang keluar melewati sebuah pintu dan tulisan :
The little bit you and me might change the world.
Malloy smiled, it wouldn't show up until a hundread years after we were dead.
We'd never see it. But it'd be there.
James Jones from Here To Eternity

Jim (Ananda E) berada di sebuah perpustakaan mencari sebuah buku yang akhirnya dapat ditemukannya sendiri, disaat yang bersamaan Ann sang petugas perpusatakaan sedang memasukkan buku2 ke dalam lemari, tanpa diketahui oleh Ann, Jim menaruh kembali buku Shakespeare yang sudah ditemukannya ke tempat semula kemudian melangkah ke arah Ann sambil menyerahkan secarik kertas yang bertulis nama sebuah buku, Jim memang sengaja menulisnya karena memang tidak diperbolehkan membuat keributan di perpus bukan ? Ann kemudian mengambilkan buku yang dicari oleh Jim, saat mata mereka bertemu keduanya hanya bisa saling tersenyum tanpa kata. Jim berniat meminjam buku, untuk meminjam buku tentunya mesti mengisi form pendaftaran karena Jim menjadi anggota perpus, saking groginya Ann meminta tolong petugas lain yang juga menjadi sahabatnya yang bernama Boy, Boy ini adalah seorang gay,... lucu banget adegan pas Boy nawarin permen lolipop ke Jim hahahaaa.... "kenapa kamu tidak menanyakan no telpnya" tanya Boy "dia akan mengembalikan bukunya nati kan" jawab Ann
Lucu abis adegan ini

Tanggal pengembalian buku telah tiba, Jim kembali datang ke perpus. Saat Jim datang ternyata Ann sedang diluar, untungnya Boy langsung menghubungi Ann buat cepet2 dateng ke perpus,... hahahaa lucu banget nih adegan mulai dari sepeda yang dibanting, sempet2nya make lipstik, terusyang lebih nyeseknya saat Jim ngembli'in buku ga sengaja pacar Ann telp, parahnya lagi Hp Ann ada di meja tepat di depan Jim, maksudnya nutupin Hp eh malah ngeliatin cincin tunangan hahahaaaaaaaaaa. Kasihan Ann ternyata tunangannya nyeleweng, baru aja Boy bilang "mati satu tumbuh seribu" ternyata Jim datang ke perpus ga sendirian lagi, Jim masuk ke perpus sama seorang cewek cantik, saking cantiknya Boy aja sampe memunculkan naluri kelakiannya hahaaaaa sesaat lupa kalo doi gay. "aaah paling hubungan mereka ga akan bertahan lama" kata Boy eh malah Jim sama cewek itu datang lagi datang lagi ke perpus n makin lama makin mesra. "cowok macam ngajak kencan ceweknya ke perpus" yaaah itulah Jim. Hingga akhirnya mereka menikah dan si cewek itu hamil dan melahirkan seorang putri cantik. Jim bercerai dengan istrinya, hingga suatu hari saat Jim tengah bermain catur, mantan istrinya ini menjemput anaknya, ehmmmmm adegan saat jim dan anaknya yang diberi nama Ann juga ketika berpelukan amat sangat menyedihkan T_T

Ann Junior yang diperankan sama si imut Jenna


Ann & Jim
Disaat terberat itulah Ann datang menemani Jim diawali dengan bermain catur bersama menggantikan Ann Junior, bermain bersama Ann junior n Jim di perpus, hingga lama kelamaan Jim dan Ann menjadi dekat. Boy akhirnya menikahi pasangan gay, saat pesta pernikahan Jim datang, kemudian Jim dan Ann masuk ke dalam perpus, Ann memberikan recomen buku yang harus dibaca oleh Jim, yap judul bukunya tulisan yang ada di detik pertama film ini, judul bukunya ngena banget menurutku. "Aku tidak punya banyak wakyu untuk membca buku ini Ann" kata Jim. "Bacalah, jika kau sudah menyelesaikan membacanya baru kau kembalikan kapan saja, aku kan petugas perpusnya"kata Ann. Keduanya tertawa, malam itu adalah malam terakhir mereka bertemu. Jim menghilang begitu saja, Ann tidak dapat menghubungi Jim karena memang Ann ga punya no hp Jim. Sampai pada akhirnya mantan istri Jim dan Ann junior datang ke perpus buat balikin buku yang dipinjam sama Jim.

Walaupun film pendek, lokasinya cuma di perpus, ga banyak pemain, dialog Jim dan Ann pas di menit2 akhir, pokoknya komplit banget nih film, lucunya dapet ga garing, alur ceritanya menarik kita akan ditarik ke belakang pas di akhir cerita, romantisnya juga dalem banget. Intinya ga semua yang kita lihat dari luar akan sama juga di dalamnya, hati dan pikiran seseorang ga bisa kita baca dari luar saja :)

Para Pemain The Library










 

Teacher's Diary Movie

The Teacher's Diary


Dari judulnya aja udah bisa ditebak, film ini katanya sih kisah nyata.... well terlepas nyata atau tidaknya sepertinya semua guru di seluruh belahan dunia mengalaminya, terutama buat para guru2 yang mengemban tugas mengajar di pelosok2 belahan bumi ini. Agak sedikit menyimpang dari film ini ga apa ya..... heheee, ibuku seorang guru SD, dari pertama kali ditempatin ngajar sampe sekarang mendekati masa -6tahun pensiunnya tetep aja di Indramayu tercinta hahahaaaaa...... tiap kali ibu nostalgia nyeritain masa2 penugasannya ckckcckckckckckkckkkkk dari awal sampe akhir tak ada bagian yang terlewatkan, dari tanggal penempatannya aja ibu masih hafal saluuuut deeeh :) perjuangan jauh dari aki sama emakku (kakek n nenekku a.l ayah ibunya ibuku), indekost di rumah warga, adaptasi sama adat dan budaya setempat, terlebih lagi sama cuacanya yang kelewat puanas, kenakalan murid2nya, sekolah yang kebanjiran, sampe teror PDKT mama (ayahku) buahahahhahhhaaaaaaaaa bikin haru biru n ngakak kalo ibu lagi ngedongin masa2 mudanya dulu.

Yaaa  walaupun Indramayu kota Pantura, ibu beruntung ga ngajar di tengan lautan pantai utara hahahaaaaaa (emang ada sekolah di tengah pantura??? kayaknya ga :p ), balik lagi ke filmya, nah beda banget sama film Thailand ini. Kisahnya diawali oleh Song yang melamar pekerjaan ke sebuah sekolah, Song beralih profesi yang semula atlet gulat menjadi tenaga pengajar. Setelah memohon ke KepSek akhirnya Song diterima bekerja sebagai guru di sebuah sekolah. Pertama kali datang Song terlihat terkejut dengan keadaan di sekolah, sekolahnya bener2 minim fasilitas banget, ditambah ga ada satupun orang, walhasil mesti keliling naek perahu buat ngajak murid2nya yang ternyata hanya berjumlah 4 murid saja. Hahahaaa lucu abis deeh cara ngajarnya Pak Song ini ckckckckkk emang lebih cocok jadi atlet gulat. Mulanya Song putus asa, Song ga punya pengalaman mengajar sama sekali ditambah dengan murid2nya yang beda kelas tentunya cuma diajar sama guru tunggal makin bikin repot pastinya. Hingga suatu hari tanpa sengaja Song menemukan sebuah buku usang. Ternyata Buku itu adalah buku Diary seorang guru yang dulunya mengajar disana, namanya Bu guru Ann. Bu guru Ann yang punya metode belajar yang lain dari guru2 kebanyakn di tempatnya mengajar, hanya gara2 3 buah tato di tangannya Bu Ann mendapat teguran dari Bapak Kepala Sekolah, alasannya simple2 aja seorang guru tidak pantas mempunyai tato yang menurut pak Kepala Sekolah iti bisa merusak reputasi seorang guru n gak ngasih contoh yang baik ke murid2, pak KepSek minta Bu Ann buat menghapus tatonya tapi Bu Ann tidak mau menghapus tato bintannya, alhasil dapat hukuman dari KepSek. Hukumannya adalah ngajar ke daerah antah berantah.


Saat Song kenalan sama murid2nya *song berarti 2 a.l peace 2 jari hahaaa

Daerahnya benar2 pelosok abis, dari kota mesti nempuh selama 6 jam, ditambah harus mengarungi lautan air pake perahu, tidak ada listrik, susah nyari sinyal Hp, pokoknya minim fasilitas, Bu Ann dikirim ke sebuah sekolah, namanya Sekolah Kapal. Coba tebak muridnya ada berapa hayooo, cuma ada 7 murid yang ke 7 murid ini masing2 beda kelasnya, awalnya Bu Ann ditemani sahabat yang sama2 sebagai guru namanya Bu Gigi, tapi Bu Gi2 tidak dapat bertahan lama mulai dari susahnya ngedapetin penerangan kala gelap, penampungan air yang tersubat sama cicak dan puncaknya gara2 insiden mayat di toilet sekolah berhasil membuat Bu Gigi meninggalkan Bu Ann. Pas nonton film ini jangan sampe bingung yaaa, alurnya bolak balik gitu, ketika Song mulai membaca diary Bu Ann kita akan dibawa ke belakang gitu nyeritain gimana Bu Ann dan murid2nya belajar, ternyata Bu Ann tidak hanya sebagai guru saja tapi juga sebgai orang tua yang mesti nyiapin makan murid2nya, nemenin tidur dll, karena kondisi tempanya terpencil murid2 Sekolah Kapal bermalam di sekolahnya dan baru pulang ke rumah masing2 pas akhir pekan.



Menghukum murid2 gara2 berenang, Muek si Yunior yang paling lucu :)

Gara2 baca buku harian Bu Ann, Song banyak belajar bagaimana caranya mengajar dan mulai beradaptasi dengan keadaan sekitarnya, lama kelamaan Song mulai hanyut tenggelam membaca buku harian Bu Ann, dan memberinya semangat untuk tetap mengajar dan bertahan di Sekolah Kapal. Alur ceritanya yang bolak balik yang bikin aku tertarik n penasaran, dan yang paling penting ga bikin puyeng yang nonton gara alurnya maju mundur, walaupun tempat lokasi syutingnya ga banyak tapi aku suka lautan airnya ituuuuu pemandangan alamnya kereeen terlihat amat sangat natural :) Bukankah sesuatu hal yang sederhana itu akan terlihat amat kaya ketika kita bisa meresapi kesederhaan itu sendiri kawan .... :) balik lagi ke Song, pas liburan Song pulang buat nemuin pacarnya eh ternyata ke pergok selingkuh, ribut besar dan mereka pun putus. Song kembali ke Sekolah Kapal dalam keadaan patah hati, dan ketika Song ngebaca lagi buku harian nemuin halaman S.O.G a.l Sekolah Orang Galau hahahahahaaa buat ngilangin rasa patah hatinya SSong ngelakuin yang sama yang dulu dilakuin Bu Ann ketika galau melanda, loncat bebas ke dalam air hahaaa, kalo dulu Bu Ann loncat pake pelampung gara2 awalnya belum bisa renang, beda sama Song saking galaunya loncat sekaligus sama sepeda motornya buahahahahhaaaaaaaa.
Bu Ann

Pak Song

Song akhirnya jatuh cinta sama Bu Ann, hanya dengan membaca tulisan2 Bu Ann di buku hariannya cukup membuat Song jatuh hati tanpa sebelumnya bertatap langsung, mematahkan pepatah dari mata turun ke hati hahahaa..... saking penasarannya Song memanfaatkan murid2nya buat nyari barang milik Bu Ann, hingga akhirnya seorang muridnya menemukan foto Bu Ann dan jreng jreng ternyata didalam foto yang berhasil ditemukan dengan susah payah itu hanya ada sebelah tangan Bu Ann dengan tato 3 bintangnya. Buku harian, tanda tinggi badan di tiang, foto tato tangan Bu Ann sudah cukup bikin Song di mabuk asmara hehehehe,. Yang paling nelangsa pas badai datang, Sekolah Kapal dibuatnya porak poranda, buku harian Bu Ann juga jadi salah satu korban, jatuh ke dalam air. Song sampe2 mesti nyebur buat mungutin lembar demi lembar yang udah robek, menyelam ke dasar air buat dapetin bukunya dan akhirnya berhasil juga. Buku hariannya terselamatkan tapi tidak hati Song, ketika Song lagi ngerapihin buku harian ga sengaja ngebaca tulisan yang isinya kalo Bu Ann udah dilamar sama pacarnya. Song kecewa, dibakar deh tuh buku hariannya tapi langsung diselamatkan lagi sebelum bener2 kebakar.

Filmnya seru banget buat ditonton deh, ceritanya ga berat dan mudah dicerna, anak2 muridnya juga lucu2 berhasil bikin ngakak2 di kamar kost hehehe, dan yang lebih menarik kisah cinta Song ke Bu Ann apakah berakhir di buku harian saja, mereka bisa bertemu, tetep jadi cinta sepihak,..... aaah di akhir cerita bikin deg deg dag dig dug der hahaaaaaaa. Recomen banget buat ditonton pesan ceritanya ngena baget deh, pesan cerinya menurutku bahwa pendidikan itu amat sangat penting jadi modal hidup kita, arti kesederhanaan dan kebersamaan, loyalitas seorang guru, dan lahirnya cinta tanpa sebelumnya melihat rupa orangnya. Sekian :)